Kamis, 01 Desember 2011

LEDAKAN PENDUDUK


Ledakan Penduduk
            Pada saat ini jumlah rata-rata kelahiran di dunia semakin besar yang mengakibatkan ledakan penduduk karena tidak terorganisirnya tingkat kelahiran di suatu tempat. Pada saat ini jumlah penduduk di dunia sebanyak 10 miliar dan sebanyak   200 juta perempuan di seluruh dunia belum mengikuti program KB (Keluarga Berencana).  Apabila 200 juta perempuan tersebut tidak mengikuti program  KB (Keluarga Berencana) kemungkinan jumlah penduduk di dunia akan semakin banyak dan akan terjadinya dampak-dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya ledakan penduduk. Indonesia mempunyai penduduk yang lebih dari 300 juta jiwa dan jika tidak diatasi jumlah penduduk di Indonesia akan dua kali lipat dari sebelumnya.
Pada tahun 1798 pendeta Inggris yang bernama Thomas Malthus menerbitkan buku yang berjudul An Essay on the principle of Population as it Affects the Future Improvement of Society yaitu prediksi jumlah penduduk yang meningkat seperti deret ukur misalnya dalam deret ukur bertumbuh seperti 1,2,4,8,16... dan bahan pangan yang meningkat seperti deret hitung misalnya meningkat seperti 1,2,3,4,5...dan seterusnya. Prediksi Thomas Malthus yang menggambarkan bahwa jumlah penduduk lebih banyak dua kali lipat dari pada jumlah bahan pangan yang akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif yaitu kemiskinan, kelaparan, pengangguran, berkurangnya tempat tinggal, kemacetan, dan tingkat kematian yang besar. Thomas Malthus memberikan solusi untuk mencegah terjadinya peledakan penduduk dengan cara pengendalian moral. Pengendalian moral adalah suatu program gabungan dari kawin lambat, menjauhi hubungan seks bebas sebelum menikah, dan menahan diri secara sukarela frekuensi sanggama.
            Kemiskinan, kelaparan, pengangguran, berkurangnya tempat tinggal, kemacetan, tingkat kematian adalah dampak dari peledakan penduduk. Dampak-dampak tersebut adalah hal yang tidak dapat terorganisir oleh pemerintah yang mengakibatkan banyak penduduk yang kurang mampu. Kelaparan dan pengangguran adalah salah satu dampak yang di timbulkan oleh ledak penduduk dan dengan adanya pengangguran dan kelaparan, tingkat kematian di dunia semakin bertambah dan berkurangnya tempat tinggal karena sedikitnya lahan untuk membangun tempat tinggal. Terjadinya kematian di sebabkan karena sedikitnya bahan pangan dan sudah di prediksi oleh pendeta Inggris yang bernama Thomas Mathus yaitu Bahan pangan meningkat seperti deret hitung dan penduduk meningkat seperti deret ukur yang berarti bahan pangan kita tidak tersedia untuk mencukupi kebutuhan setiap penduduk di belahan dunia ini karena sedikitnya bahan pangan dan adanya terjadi peledakan penduduk di dunia ini.
            Program KB (Keluarga Berencana) adalah satu cara yang dapat menanggulangi adanya ledakan penduduk dengan mempunyai dua orang anak. Akan tetapi, di Indonesia banyak sekali yang melanggar atau tidak ikut mengakses program KB (Keluarga Berencana) tersebut yang disebabkan tidak adanya biaya untuk mengakses program KB (Keluarga Berencana) tersebut. Menurut pendapat saya agar orang lain dapat bisa mengakses program tersebut biaya program KB(Keluarga Berencana) harus di turunkan agar orang yang belum mengakses program KB (Keluarga Berencana) tersebut yang tidak mempunyai biaya dapat mengakses program tersebut dengan tidak adanya beban untuk mengakses program KB (Keluarga Berencana) dan mari kita selamatkan bumi kita dari ledakan penduduk yang mengakibatkan dampak-dampak yang tidak kita inginkan  dengan mengikuti atau mengakses program KB (Keluarga Berencana). Program KB (Keluarga Berencana) akan dapat menanggulangi peledakan penduduk untuk tidak ada terjadinya dampak dari adanya ledakan tersebut yang dapat mengakibatkan kehidupan manusia di bumi ini.
Ini adalah poster yang menggambarkan kondisi dunia saat ini :




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar